Rakornas Perencanaan Pembangunan 2024 Hasilkan Delapan Poin Prakarsa Kaldera Toba

Administrator
12 Desember 2024 - Dibaca 501 kali

SIMALUNGUN

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perencanaan Pembangunan 2024, resmi ditutup. Rakornas yang berlangsung tiga hari sejak 10 Desember 2024 ini menghasilkan delapan poin kesepakatan yang diberi nama Prakarsa Kaldera Toba 2024.

Kedelapan poin tersebut yaitu revisi Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, Bappeda/Bappelitbang dan Kementerian/Lembaga (K/L) melibatkan Pemda dalam menyusun perencanaan pembangun, K/L harus memperhatikan sumber daya daerah dalam mendukung program nasional, untuk pemerataan pembangunan K/L diharapkan membangun proyek strategis nasional.

Kemudian berikutnya, penetapan kebijakan di setiap daerah yang mendukung ketahanan pangan, air dan energi nasional, untuk konsistensi pembangunan perlu melakukan penguatan regulasi dan penguatan Bappelitbang/Bappeda, peningkatan kolaborasi daerah, stakeholder dan pusat dan terakhir meningkatkan peran daerah dalam investasi.

"Selama tiga hari ini (10-12 Desember) kita telah berhasil merumuskan delapan Prakarsa Kaldera Toba yang akan mendorong perbaikan, efisiensi dan efektivitas dalam pembangunan daerah," kata Kepala Bappelitbang Sumut Alfi Shahriza, saat penutupan Rakornas Perencanaan Pembangunan Daerah 2024 di Hotel Niagara, Parapat, Simalungun, Kamis (12/12).

Alfi berharap, seluruh Bappelitbang/Bappeda dan pemerintah daerah bisa menyelaraskan pembangunan dengan pemerintah pusat. Sehingga target pembangunan Indonesia dapat tercapai.

"Tujuan kita sama, mencapai target pembangunan di seluruh Indonesia, agar kesejahteraan masyarakat bisa lebih baik, kita berharap prakarsa ini mampu mengakselerasi itu semua," kata Alfi, yang juga merupakan Ketua Forum Perencanaan Pembangunan Daerah 2024.

Kepala Bapperida Papua Tengah Jull Edy Way mengatakan, revisi UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah bisa berjalan beriringan dengan daerah otonomi khusus (Otsus). Sehingga daerah Otsus bisa bergerak lebih cepat dalam pembangunan.

"Pesan kami itu, agar revisi UU 23 dapat sejalan dengan daerah-daerah Otsus, sehingga pembangunan kami tidak terkendala terkait administrasi dan lainnya," kata Jull.

Penutupan Perencanaan Pembangunan Daerah 2024 ini dihadiri jajaran pejabat Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional dan kementrian terkait lainnya. Hadir juga seluruh Kepala Bappeda, Bapperida dan Bappelitnang se-Indonesia serta pemerintah kabupaten/kota se-Sumut. **(H15/DISKOMINFO SUMUT)

Berita Terkait

Porwasu 2026 Resmi Dibuka, Ratusan Wartawan se-Sumut Perebutkan Piala Gubernur
MEDAN Pekan Olahraga Wartawan Sumatera Utara (Porwasu) 2026 Piala Gubernur Sumut Bobby Nasution r....
Bobby Nasution Percepat Pemulihan Banjir dan Longsor di Tapteng, Fokus Infrastruktur dan Huntap
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution terus mengoptimalkan pemulihan....
Dampak Program Bobby Nasution di Nias Terasa, Layanan Kesehatan di RS Tafaeri Meningkat
MEDAN Dampak program peningkatan layanan kesehatan yang digagas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) M....
Gubernur Sumut Bobby Nasution Pastikan Sektor Riil Dapat Akses Keuangan
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan sektor riil di Sumu....

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara