MEDAN
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Boya Yanti Gultom mengajak seluruh anggota menjadikan akhlak Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keteladanan tersebut penting untuk memperkuat peran perempuan dalam membangun ketahanan keluarga, meningkatkan etos kerja, serta menumbuhkan kepedulian sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Boya Yanti Gultom pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar DWP Sumut di Aula Gedung PKK/DWP Sumut, Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 8, Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Rabu (2/9/2026).
Ia mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi anggota DWP untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam menjalankan amanah, menjaga silaturahmi, saling menghargai, dan memberikan manfaat bagi sesama.
“Nilai-nalai tersebut, mari kita tetapkan dan kita terapkan dalam kehidupan dan organisasi Dharma Wanita Persatuan, dan marilah kita jadikan Dharma Wanita Persatuan sebagai wadah untuk saling menguatkan, bekerja dengan ikhlas, menjaga kekompakan, dan bersama-sama memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ucapnya.
Boya Yanti berharap kegiatan tersebut semakin mempererat ukhuwah Islamiyah dan tali silaturahmi antaranggota. Ia juga mengajak seluruh anggota membangun DWP Sumut sebagai organisasi yang sejuk, penuh kasih sayang, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diisi dengan pembacaan ayat suci Alqur'an dan tausiah oleh Ustaz Hasbi Al Mawardi Lubis. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa kebahagiaan keluarga tidak diukur dari kemewahan materi, tetapi dari ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Di hadapan Penasihat DWP Sumut Titiek Sugiharti dan seluruh anggota, Ustaz Hasbi juga menyampaikan pesan moral agar perempuan atau istri senantiasa menjaga keharmonisan hubungan sosial, baik dengan suami maupun lingkungan sekitar. Ia mengingatkan agar pahala amal ibadah dalam rumah tangga tidak rusak akibat penyakit lisan.
“Kebahagiaan sejati (sakinah, mawaddah, wa rahmah) dapat diraih jika suami istri saling memahami hak dan kewajiban masing-masing yang dilandasi oleh rasa takut kepada Allah SWT,” pungkasnya. **(H21/DISKOMINFO SUMUT)