Waspadai Human Trafficking di Sekitar kita

Administrator
9 Oktober 2017 - Dibaca 1214 kali

Medan,

Provinsi Sumatera Utara mendapat predikat ke 3 tingkat tertinggi sebagai perdagangan manusia (human trafficking). Predikat ini bukanlah  suatu yang positif dan patut dibanggakan, tetapi mengandung masalah  besar serta menuntut penanganan yang konprehensif dan tuntas. Hal ini  disampaikan Kepala Dinas Kominfo Provsu Drs. H. MHD. Fitriyus, SH, MSP pada acara coffee morning dengan tema “Mewaspadai Human Trafficking Disekitar Kita”, bertempat di Aula Transparansi Dinas Kominfo Provsu, Senin (09/10).

Kadis Kominfo Provsu menjelaskan bahwa Human trafficking adalah bentuk perbudakan di zaman modern. “Praktek perdagangan manusia, umumnya tidak mengenal batas wilayah, baik antar kota, provinsi bahkan antar negara, jaringannya begitu luas dan rapi serta yang menjadi korban adalah perempuan dan anak-anak,” ujar Kadis Kominfo Provsu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara Emmy Suryana Lubis, SH, MAP selaku Narasumber mengatakan bahwa trafficking sudah semakin marak terjadi. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya trafficking, salah satunya adalah tingginya gaya hidup dan pengangguran sehingga hal ini dimanfaatkan oleh para trafficer. “Para korban dirayu untuk bekerja ke kota-kota besar atau ke luar negeri dengan dijanjikan sebuah pekerjaan menarik dengan gaji besar. Namun yang  terjadi, mereka dijadikan pelayan, penjaga toko, pekerja rumah tangga bahkan dipekerjakan di tempat prostitusi, “ujarnya.

Untuk itu diharapkan melalui kegiatan ini generasi muda dapat memahami bahaya dari Human Trafficking.

Lebih lanjut Emmy berharap kegiatan ini dapat menjadi momen, motivasi dan bahan antisipasi untuk para anak-anak khususnya siswa/i.

Sementara itu, Plt. Kepala  Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara Frensisco Bangun, SH mengatakan bahwa berdasarkan pasal 27 ayat 2 Undang-undang Dasar Tahun 1945 dikatakan bahwa tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. “Tenaga kerja yang diberangkatkan keluar negeri tidak sembarangan, setiap tenaga kerja akan di seleksi dan harus ada penempatan yang layak, “ujarnya.

Fransisco menambahkan pada Bulan November Tahun 2017 Pemprovsu melaksanakan job fair yang diselenggarakan di lapangan merdeka Medan (free), khusus pekerja di dalam negeri yang tujuannya agar masyarakat Sumatera Utara tertampung di dunia kerja.

Coffee morning dihadiri Pejabat Eselon III dan IV, Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kominfo Provsu, Pengajar, Wartawan cetak dan media serta siswa/i. (LIP)

Berita Terkait

Wagub Sumut Surya Ikuti Rakor Penyaluran Bantuan Presiden bagi Korban Bencana
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) secara virt....
Resmikan Jembatan Bailey di Nias Bersama KSAD, Bobby Nasution Harap Mobilitas Masyarakat Semakin Lancar
NIAS SELATAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan Jembatan Bai....
Safari Ramadan 1447 H, Wagub Sumut Ajak Masyarakat Sergai Jaga Kebersamaan dan Kerukunan
SERDANGBEDAGAI Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya mengajak masyarakat Serdangbed....
Jelang Lebaran, Jumlah Pengungsi Dipastikan Turun Drastis
MEDAN Menjelang Idulfitri 2026, jumlah pengungsi korban bencana alam di Sumatera Utara (Sumut) di....

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara