Simposium Bela Negara Humanis, Pj Sekdaprov Sumut Berharap Anak Muda Jadi Pioner Perubahan

Administrator
18 Juni 2025 - Dibaca 290 kali

MEDAN

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) M Armand Effendy Pohan menaruh harapan besar kepada anak-anak muda dalam hal bela negara. Generasi muda menurutnya harus bisa menjadi pioneer perubahan untuk bangsa dan negara melalui Bela Negara Humanis.

Bela Negara Humanis digagas oleh Forum Komunitas Bela Nusantara Indonesia (FKBNI). Kegiatan ini berfokus membentuk karakter yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 45, oleh karena itu Lembaga Pendidikan memiliki peran penting dalam menyukseskan hal ini.

“Peran Lembaga Pendidikan penting di sini, kita harus bisa memberikan kontribusi dalam penguatan bela negara, kalian adik-adik kami, anak kami harus bisa menjadi pioneer dan agen perubahan di tengah-tengah masyarakat,” kata Effendy Pohan, saat pembukaan Simposium Bela Negara Humanis di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (18/6).

Tantangan terbesar saat ini, menurut Effendy Pohan, adalah penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak muda. Ini mengancam pembangunan bangsa karena merusak generasi-generasi muda.

“Narkoba terus mengintai kita di tengah era globalisasi dan digital, kemudian narkoba melemahkan pikiran, mental, mengaburkan kualitas hidup yang akan menghancurkan pembangunan bangsa, padahal kita saat ini menaruh harapan besar kepada generasi muda yang akan melanjutkan pembangunan Indonesia,” kata Effendy Pohan.

Sementara itu, Ketua Umum FKBNI Jon Piter Sinaga mengatakan Bela Negara Humanis bertujuan untuk mencegah hal-hal yang mengganggu keutuhan bangsa. Melalui edukasi dan soisalisasi terus berupaya untuk membentuk karakter masyarakat Indonesia cinta pada bangsa dan negara.

“Oleh karena itu kita perlu bekerja sama, berkolaborasi dan sinergi dengan Lembaga-lembaga pendidikan dan stakeholder lainnya, meningkatkan kepedulian kita terhadap bangsa dan negara,” kata Jon Piter Sinaga.

Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol. Toga H. Panjaitan mengatakan ancaman narkoba di Sumut masuk dalam kategori sangat serius. Oleh karena itu perlu ditetapkan Langkah-langkah dalam membela negara.

“Dari 15 juta penduduk kita ada kurang lebih 1 juta yang menjadi terpapar narkoba, ini angka yang sangat besar dan mengancam bangsa karena mengubah tindakan dan perilaku masyarakat ke arah yang negatif, oleh karena gerakan ini sangat penting dan perlu kita tindaklanjuti bersama,” kata Brigjen Pol. Toga H Panjaitan yang juta merupakan ketua panitia symposium ini.

Pada kesempatan ini FKBNI menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan perguruan-perguran tinggi Sumut. PKS ini bertujuan untuk memperkuat Bela Negara Humanis di lembaga pendidikan terutama di universitas.

Hadir pada kegiatan ini Deputi Bidang Pencegahan BNN RI Brigjen Pol. M. Zainul Muttaqien, Kepala LLDikti Wilayah I Saiful Anwar Matondang dan pejabat tinggi serta rektor perguruan tinggi se-Sumut. Hadir juga OPD terkait Pemprov Sumut serta mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi se-Sumut. **(H15/DISKOMINFO SUMUT)

Berita Terkait

Bobby Nasution Dorong Event Internasional Berkelas Dunia untuk Dongkrak Pariwisata Sumut
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendorong penyelenggaraan event internasiona....
Pj Sekdaprov Sumut Kukuhkan Pengurus Korpri Karo 2025–2030
KARO Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi  (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman H....
Terima Bupati Nias Utara, Bobby Nasution Tekankan Pentingnya Pemetaan Pembangunan
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta pemerintah daerah meny....
Kabar Gembira, Gubernur Sumut Bobby Nasution Beri THR Guru PPPK Paruh Waktu dan Guru Tidak Tetap
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memberikan Tunjangan Hari Raya....

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara