Sesuai Arahan Presiden RI Terkait Omicron, Sumut Bersiap Hadapi Kemungkinan Lonjakan Kasus

Administrator
8 Februari 2022 - Dibaca 456 kali

MEDAN

Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ke semua kepala daerah, pentingnya manajemen detail, vaksinasi dan protokol kesehatan dalam menghadapi kemungkinan lonjakan kasus Covid-19.

Sampai saat ini, 93% kasus Omicron masih di Jawa dan Bali, di Sumut sendiri tercatat sejak awal tahun hingga 7 Februari 2022 terdapat 6 kasus Omicron. Walau begitu, Sumut tetap siap siaga menghadapi kemungkinan lonjakan kasus.

”Sebagian besar berada di Jawa dan Bali, tetapi bukan berarti kita tidak bersiap. Kita akan mempersiapkan segala yang dibutuhkan, jadi saat lonjakan terjadi kita sudah siap, tidak kesulitan lagi,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi usai rapat dengan Presiden RI secara virtual dari Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41, Medan, Senin (7/2).

Sampai saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) Sumut masih jauh di bawah ambang anjuran WHO yakni 60%. Walau begitu, Edy Rahmayadi meminta semua Kabupaten/Kota siap dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron.

Sementara itu, untuk vaksinasi dosis pertama Sumut sudah mencapai 89,74% (10.248.408 orang), dosis kedua 57,57% (6.754.327 orang) dan dosis ketiga atau booster sudah 228.130 orang. ”Kita akan kebut vaksinasi karena ini salah satu upaya yang cukup signifikan untuk menekan angka kematian,” tambah Edy.

Presiden RI Joko Widodo mengatakan semua pihak harus mempersiapkan secara detail. Presiden ke-7 RI ini memperingatkan rumah sakit harus mempersiapkan kebutuhan oksigen, obat-obatan, dan ISO tank.

”Saya kira yang belum agar segera menyiapkan diri menghadapi gelombang Omicron yang akan masuk,” kata Jokowi saat rapat.

Tingkat kematian pada kasus Omicron belum begitu tinggi, 69% kematian akibat varian Covid-19 ini dari pasien yang belum lengkap vaksinasinya. Karena itu, Jokowi meminta agar semua daerah mempercepat vaksinasi.

”Ini agar bupati/walikota dan gubernur melihat kota dan kabupaten mana yang masih di bawah 70%. Saya minta Panglima TNI, Kapolri, Kabin, BKKBN dan seluruh jajaran Pangdam, Kapolda, Kapolres, Dandim, Danrem semua melihat angka-angka ini agar dipercepat vaksinasi untuk lansia,” tegas Jokowi.

Rapat virtual ini dihadiri, Sekretaris Kabinet RI Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan seluruh Kepala Daerah se- Indonesia. Sementara itu hadir secara fisik di Aula Tengku Rizal Nurdin unsur Forkopimda dan juga OPD terkait Pemprov Sumut.**(H15/DISKOMINFO SUMUT)

Berita Terkait

Manasik Haji Akbar Bank Sumut Diikuti 1.661 Jemaah, Wagub Surya Tekankan Kesiapan Fisik dan Spiritual
MEDAN Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menghadiri pembukaan Manasik Haji Akbar....
Pemprov Sumut Buka Penjaringan Calon Anggota Komisi Informasi 2026-2030
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) resmi membuka proses penjaringan calon....
Gubernur Bobby Nasution Harapkan Kunker DPR RI Berdampak Positif bagi Pengembangan Bank Sumut
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berharap Kunjungan Kerja (Kunk....
Desa Bawomataluo Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO
MEDAN Desa Adat Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), diusulkan menjadi ....

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara