Rakor Inflasi dan Situasi Pascademo Bersama Mendagri, Wagub Sumut Instruksikan Jajaran Tingkatkan Koordinasi dan Kolaborasi

Administrator
8 September 2025 - Dibaca 286 kali

MEDAN

Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya bersama Sekdaprov Sumut Togap Simangunsong mengikuti rapat koordinasi (Rakor) penanganan inflasi, kemiskinan, dan menyikapi situasi terkini pascademo, yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Rakor diselenggarakan secara zoom dan offline, di lantai 6, ruangan Sumut Smart Province, Senin (8/9/2025).

Usai Rakor, Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya bersama Sekdaprov Sumut Togap Simangunsong menginstruksikan seluruh jajaran agar segera melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan instansi yang terlibat dalam hal penanganan kemiskinan dan inflasi di Sumut. Wagub Sumut mengatakan, salah satu komoditas yang menjadi atensi adalah harga cabai merah dan beras.

"Segera berkoordinasi dengan instansi terkait, dengan kabupaten/kota untuk menganai masalah kemiskinan dan inflasi. Memastikan pasokan dan distribusi beras hingga ke masyarakat," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan perkembangan tentang unjuk rasa di berbagai daerah di Indonesia.

"Aksi unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat yang terjadi sejak 25 Agustus sampai 7 September 2025, terjadi sebanyak 228 aksi yang terjadi di 35 provinsi, kabupaten/kota. Saat ini kondisinya sudah melandai ," kata Tito.

Untuk menangani hal itu pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya rekonsiliasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Kemudian terkait penanggulangan kemiskinan ekstrem, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar mengatakan, kolaborasi menjadi kunci dalam menangani kemiskinan ekstrem. Ia menyebutkan kemiskinan harus turun 0,86% per tahun, agar target penurunan kemiskinan sebesar 5% pada tahun 2029 tercapai.

"Jumlah penduduk miskin tercatat pada tahun 2025 sebanyak 23,85 juta orang. Sementara penduduk miskin ekstrem di Indonesia mencapai 2,38 juta orang," ucapnya.

Pemerintah sudah berupaya dalam merancang sejumlah strategi untuk menanggulangi kemiskinan dengan cara pemberdayaan masyarakat, seperti mengurangi beban dasar dengan memberikan jaminan sosial dan bantuan sosial tepat sasaran. Kemudian, meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memperluas akses dan kapasitas pekerja migran, pemberdayaan angkatan kerja, dan menciptakan peluang usaha.

Strategi selanjutnya adalah penurunan kantong kemiskinan, dengan melakukan perbaikan rumah tidak layak huni, pemenuhan infrastruktur dasar, dan pemberdayaan berbasis kawasan. "Hampir seluruh provinsi mengalami penurunan tingkat kemiskinan ekstrem," katanya.

Turut hadir Kepala BPS, seluruh kepala daerah se-Indonesia, dan seluruh jajaran kementerian dan pimpinan perangkat daerah. **(H21DISKOMINFOSUMUT)

Berita Terkait

Manasik Haji Akbar Bank Sumut Diikuti 1.661 Jemaah, Wagub Surya Tekankan Kesiapan Fisik dan Spiritual
MEDAN Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menghadiri pembukaan Manasik Haji Akbar....
Pemprov Sumut Buka Penjaringan Calon Anggota Komisi Informasi 2026-2030
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) resmi membuka proses penjaringan calon....
Gubernur Bobby Nasution Harapkan Kunker DPR RI Berdampak Positif bagi Pengembangan Bank Sumut
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berharap Kunjungan Kerja (Kunk....
Desa Bawomataluo Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO
MEDAN Desa Adat Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), diusulkan menjadi ....

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara