Pemprov Sumut Mitigasi Enam Daerah Rawan Bencana

Administrator
4 September 2026 - Dibaca 309 kali

MEDAN

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melakukan mitigasi di enam daerah yang dinilai rawan bencana sepanjang 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko, dampak, serta potensi korban jiwa akibat bencana di wilayah Sumut.

Enam daerah yang menjadi sasaran mitigasi yakni Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kota Tanjungbalai, Kabupaten Samosir, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dan Kabupaten Toba. Dari enam daerah tersebut, kegiatan mitigasi telah dilaksanakan di Tapteng dan Tanjungbalai.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (Kabid PK), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut Manutur P Naibaho seusai mengikuti temu pers yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (4/9/2026).

"Kita latih dan mengajari mereka membuat jalur evakuasi. Tujuannya untuk mendidik masyarakat agar mampu mengevakuasi mandiri, mengenalkan bencana dan menyiapkan diri ke lokasi mana mereka akan dievakuasi," ucapnya.

Ia menjelaskan, kegiatan mitigasi yang dilakukan BPBD meliputi pemetaan wilayah dengan membuat peta kawasan rawan bencana, seperti banjir, longsor, dan gempa bumi berdasarkan kondisi geografis.

Selain itu, BPBD melakukan sosialisasi dan edukasi melalui penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di daerah rawan bencana. BPBD juga memberikan simulasi dan pelatihan berupa latihan evakuasi mandiri, uji coba alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS), serta mendorong penyusunan tata ruang yang peka terhadap risiko bencana.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih menyampaikan bahwa Sumut mengalami 14 jenis kejadian bencana. Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 4 September 2026, cuaca ekstrem menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan 127 kejadian, disusul tanah longsor 86 kejadian, banjir 73 kejadian, dan kebakaran hutan 47 kejadian.

"Program mitigasi adalah bagaimana cara kita untuk memenage persiapan sebelum terjadinya bencana. BPBD memiliki tiga tahap pekerjaan yakni persiapan, tanggap darurat dan pasca bencana," ujarnya.

Langkah mitigasi pra-bencana dilakukan secara menyeluruh, mulai dari Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pelajar dan masyarakat hingga penyusunan berbagai dokumen strategis.

"Kami menyusun Kajian Risiko Bencana (KRB), Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), serta Rencana Kontinjensi (Renkon). Renkon karhutla dan gempa bumi sudah berjalan, dan saat ini kami sedang menyiapkan Renkon untuk bencana banjir," kata Tuahta.

BPBD Sumut juga membuka ruang edukasi publik di kantor BPBD bagi organisasi maupun kelompok masyarakat yang ingin mempelajari langkah-langkah evakuasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. **(H21/DISKOMINFO SUMUT)

Berita Terkait

Kunjungi Labusel, Bobby Nasution Bantu Pembangunan Rumah Tahfiz dan Percepat Program Bedah Rumah
LABUSEL Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendengarkan langsung keluha....
Kabar Gembira bagi Warga Pesisir Labuhanbatu, Bobby Nasution Targetkan Pengaspalan 16 Km Jalan pada 2027
LABUHANBATU Kabar gembira bagi warga pesisir Labuhanbatu, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhamma....
Bobby Nasution Perbaiki Jalan 20 Tahun Terbengkalai di Labusel, Rampung Akhir 2026
LABUHANBATU SELATAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mempercepat perb....
Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak
MEDAN Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus mendorong peningkat....

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara