Masjid di Kota Medan Harus Bisa Seperti Masjid Jogokariyan

Administrator
3 Desember 2020 - Dibaca 1229 kali

MEDAN

Masjid di Kota Medan diharapkan bisa meniru pengelolaan Masjid Jogokariyan di Yogyakarta. Yakni masjid yang memiliki sistem pengelolaan yang bagus dan memiliki semangat untuk memakmurkan jemaah dan masyarakat sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah saat menghadiri Pelatihan Manajemen Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Kota Medan di Rumah Makan Wong Solo, Jalan Gajah Mada Medan, Kamis (3/12).

“Insya Allah, di Medan bisa lahir masjid-masjid seperti Jogokariyan,” kata Wagub Musa Rajekshah, yang juga Ketua Dewan Mukhtasar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumut.

Menurut Wagub, saat ini tidak bisa hanya berdiam diri, BKM harus bisa mengorbankan pikiran dan tenaga untuk mengurus masjid. “Tapi saya yakin, jika serius, pasti kita tak hanya memakmurkan masjid, kita juga memakmurkan jemaah,” katanya.

Wagub juga berpesan, BKM harus saling percaya sesama pengurus. Juga harus senantiasa transparan dalam hal apapun yang terkait pengelolaan masjid.

Masjid Aceh Sepakat Medan, menurut Wagub, salah satu masjid yang pengelolaannya baik dan dipercaya jemaahnya. Dengan pengelolaan yang baik dan transparan, masyarakat atau donatur akan percaya.

“Misalnya di Aceh Sepakat, saat awal mengadakan buka puasa gratis tidak mencapai ribuan orang, namun sekarang sudah ribuan orang, itu karena masyarakat sudah yakin dengan mereka,” kata Musa Rajekshah.

Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Yogyakarta Muhammad Jazir mengatakan, peran masjid itu seharusnya masuk ke setiap sektor. Diceritakannya, salah satu program Masjid Jogokariyan adalah memiliki program pendidikan yakni menyekolahkan anak-anak yang tidak mampu. Jogokariyan juga memiliki usaha sendiri, salah satunya adalah penginapan.

Jazir juga mengatakan ada berbagai sumber dana Masjid Jogokariyan antara lain, infak umum, zakat, sedekah, wakaf, donatur, sponsor, usaha ekonomi milik masjid, dan bendahara ketiga. Untuk itu, masjid harus memiliki perencanaan keuangan jangka panjang yang wajib dipublikasikan kepada masyarakat.

Selain itu, ada beberapa karakter pengelolaan dana, antara lain membangun pemahaman dan kesadaran berinfak, mempermudah partisipasi, tidak membebani dan tidak dibebani, memperhatikan kearifan lokal, membuka kreativitas dan partisipasi. Juga menggembirakan perasaan jemaah dan yang paling penting transparansi.

Jazir juga memberi motivasi kepada para pengurus BKM yang menjadi peserta. Saat pertama kali diamanatkan menjadi pengurus Masjid Jogokariyan, dirinya langsung mengundurkan diri sebagai dosen di suatu universitas. Menurutnya pekerjaan mengurus masjid adalah pekerjaan utama.

“Saya punya prinsip pekerjaan pokok saya adalah mengurus masjid, sambilan saya menjadi dosen, mengurus masjid menjadi pekerjaan utama. Kalau kita mengurus rumah Allah, gajinya dari Allah, kalau manusia pasti menggajinya upah minimum,” kata Jazir.

Berita Terkait

Manasik Haji Akbar Bank Sumut Diikuti 1.661 Jemaah, Wagub Surya Tekankan Kesiapan Fisik dan Spiritual
MEDAN Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menghadiri pembukaan Manasik Haji Akbar....
Pemprov Sumut Buka Penjaringan Calon Anggota Komisi Informasi 2026-2030
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) resmi membuka proses penjaringan calon....
Gubernur Bobby Nasution Harapkan Kunker DPR RI Berdampak Positif bagi Pengembangan Bank Sumut
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berharap Kunjungan Kerja (Kunk....
Desa Bawomataluo Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO
MEDAN Desa Adat Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), diusulkan menjadi ....

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara