Dialog HUT ke-78 Sumut, Kolaborasi Jadi Energi Besar Dorong Pembangunan Inklusif

Administrator
14 April 2026 - Dibaca 36 kali

MEDAN

Kolaborasi menjadi strategi utama yang ditekankan pemerintah bersama berbagai sektor dalam mempercepat pembangunan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, akademisi, sektor swasta, serta masyarakat dinilai penting untuk memastikan program prioritas benar-benar dirasakan manfaatnya.

Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ardan Noor saat menjadi narasumber pada dialog interaktif yang diselenggarakan RRI Medan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumut, Selasa (14/4/2026).

Dalam dialog tersebut, Ardan mengulas tema HUT ke-78 Sumut, “Satu Kolaborasi Sejuta Energi”, yang mencerminkan pentingnya persatuan dan kerja sama sebagai kekuatan utama dalam mendukung pembangunan daerah.

“Satu kolaborasi mencerminkan sinergi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, stakeholder, akademisi dan masyarakat, dalam mendukung mewujudkan pembangunan di Provinsi Sumut,” kata Ardan.

Ia menegaskan, kolaborasi menjadi fokus utama karena merupakan energi besar yang jika terakumulasi dapat mempercepat pencapaian pembangunan.

Menurutnya, kolaborasi dilakukan melalui berbagai pendekatan, baik sosialisasi maupun komunikasi efektif. Dengan begitu, seluruh kepentingan dapat terakomodasi, konflik diminimalkan, tumpang tindih kebijakan dicegah, serta pembangunan dapat berjalan inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) Hatta Ridho menilai, konsep kolaborasi sejatinya sejalan dengan nilai gotong royong dalam budaya masyarakat Indonesia.

“Kalau masyarakat dulu sebagai objek, sekarang sebagai subjek. Artinya, masyarakat dalam konstruksi kolaborasi harus berperan aktif bukan hanya pasif,” ujarnya.

Hatta Ridho menambahkan, pelaksanaan pembangunan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Hal ini melahirkan konsep collaborative governance, di mana masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah memiliki porsi yang sama dalam berpartisipasi.

“Jadi kolaborasi itu masing-masing punya kekurangan dan kelebihan. Kalau sudah bersatu maka akan menghasilkan satu energi yang tidak terbatas. Harapannya seluruh komponen masyarakat Sumut yang berjumlah 15 juta jiwa ini bersama pemerintah dan dunia usaha bahu-membahu membangun Sumut di segala bidang,” katanya.**(H21/DISKOMINFO SUMUT)

Berita Terkait

Jelang HUT ke-78, Akademisi Optimis Kolaborasi Membangun Sumut Berjalan Baik
MEDAN Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), semangat kolaborasi....
Bobby Nasution Tinjau Sempadan Sungai Sibuluan, Pastikan Rekonstruksi Tanggul dan Hunian Warga Dipercepat
TAPTENG Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau kondisi sempadan su....
Seleksi Calon Anggota KPID Sumut Periode 2026–2029 Resmi Dibuka
MEDAN Seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara (Sumut) untuk....
Dialog HUT ke-78 Sumut, Kolaborasi Jadi Energi Besar Dorong Pembangunan Inklusif
MEDAN Kolaborasi menjadi strategi utama yang ditekankan pemerintah bersama berbagai sektor dalam ....

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara