Wagub Surya Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Mendagri

Administrator
4 November 2025 - Dibaca 331 kali

MEDAN

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara virtual dari Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (4/11/2025).

Provinsi Sumut berhasil menurunkan inflasi, dengan capaian deflasi sebesar 0,20% (month-to-month/m-to-m) pada Oktober 2025. Sementara secara tahunan (year-on-year/yoy), tingkat inflasi Sumut tercatat sebesar 4,97%, menandai tren penurunan dibanding bulan sebelumnya.

Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya menyampaikan bahwa inflasi nasional pada Oktober 2025 tercatat sebesar 2,86% (yoy), dengan inflasi bulanan 0,28% (m-to-m). Penyumbang terbesar inflasi nasional adalah komoditas emas dan perhiasan.

“Saya pernah sampaikan bahwa saat ini terjadi peningkatan harga emas dunia. Kenaikan ini terutama dampak dari kebijakan beberapa negara yang menambah cadangan emasnya, sehingga mendorong kenaikan harga emas di Indonesia,” ujar Tito Karnavian.

Mendagri pun meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk mengembangkan kios stabilisasi pengendalian inflasi, sebagai langkah konkret menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil. Selain itu, juga mengingatkan seluruh pihak, baik kementerian maupun pemerintah daerah, agar mengantisipasi potensi inflasi pada Desember mendatang.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, permintaan masyarakat akan meningkat. Ini harus diantisipasi bersama agar harga tetap terkendali,” tegas Tito.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa Sumut mencatat deflasi terdalam secara bulanan sebesar 0,20%. Dari 38 provinsi di Indonesia, sebanyak 26 provinsi mengalami inflasi dan 12 provinsi mengalami deflasi.

Amalia juga menyoroti enam provinsi dengan inflasi tahunan di atas 3,50% (yoy), yakni Sumut, Riau, Aceh, Sumbar, Sulteng, dan Jambi. Secara nasional, inflasi bulanan disumbang oleh empat komoditas utama, yaitu perhiasan emas, cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Khusus di Sumut, inflasi tahunan (yoy) selain dipicu oleh emas, juga disebabkan oleh kenaikan harga cabai merah, beras, bawang merah, daging ayam ras, dan ikan segar.**(H14/DISKOMINFO SUMUT)

Berita Terkait

Pj Sekdaprov Harap Pekan Ramadan Sumut 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Inklusif
MEDAN Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Haraha....
THR Wajib Dibayarkan Maksimal H-7 Lebaran, Disnaker Sumut Buka Posko Pengaduan
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnake....
Gubernur Bobby Nasution Targetkan Sekolah Rakyat Padangsidimpuan Bisa Dipakai Juli 2026
PADANGSIDIMPUAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menargetkan pembangu....
Gubernur Bobby Nasution Serahkan Hibah Rp500 Juta, Tekankan Masjid Harus Sejahterakan Jemaah
PALAS Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyerahkan hibah sebesar Rp500 juta kepada ....

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara