Sumut akan Jadi Provinsi Pertama Terapkan 100% Manajemen Talenta ASN di Indonesia

Administrator
29 Oktober 2025 - Dibaca 543 kali

MEDAN

Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan menjadi daerah pertama di Indonesia yang menerapkan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) secara menyeluruh. Ini ditandai dengan keberhasilan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Asesmen Kompetensi Pemprov Sumut meraih Akreditasi A dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Hal tersebut disampaikan Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, pada acara Penguatan Penerapan Manajemen Talenta ASN di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Rabu (29/10). Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, serta seluruh bupati/walikota se-Sumut yang juga menandatangani Komitmen Bersama Penerapan Manajemen Talenta ASN.

"Melihat semangat teman-teman di sini, saya optimis tahun ini Sumut bisa menjadi pilot project penerapan Manajemen Talenta ASN, 100% Pemdanya menggunakan sistem ini dan akan menjadi yang pertama di Indonesia," kata Zudan Arif Fakrulloh.

Manajemen Talenta ASN, menurutnya, juga akan mempercepat dan mempermudag proses mutasi ASN. Didukung dengan sistem digitalisasi yang mapan proses mutasi menurutnya hanya dalam hitungan hari.

"Kalau lelang cukup memakan waktu, bisa 3 bulan, belum lagi kalau mutasi antar Pemda, dengan sistem ini bisa selesai dalam 3 hari karena dukungan digitalisasi dan aplikasinya sudah tersedia, bapak ibu ga perlu buat lagi," kata Zudan Arif.

Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution. Manajemen Talenta ASN yang menggunakan sistem merit akan mempermudah evaluasi pada ASN untuk mengisi jabatan tertentu.

"Lewat sistem ini, mengangkat, merotasi, promosi tidak perlu lagi lelang-lelang karena Manajemen Talenta ASN menggunakan sistem merit, jadi yang punya kinjera bagus bisa promosi tanpa lelang, atau yang daerah bisa ke provinsi, provinsi ke daerah semua berdasarkan kinerja," kata Gubernur Bobby Nasution.

Penerapan Manajemen Talenta ASN, menurut Bobby, juga akan mempersempit peluang jual-beli jabatan. Oleh karena itu, Bobby Nasution berharap 33 kabupaten/kota dan Pemprov Sumut segera menerapkan sistem ini.

"Sistem ini akan membuat ASN kita lebih progresif lagi, yang daerah punya cita-cita ke provinsi jangan cari backingan, kenalan yang ngatur jabatan karena semua dinilai dari skor, kinerja bapak/ibu semua, dilihat dari reportnya," kata Bobby.**(H15/DISKOMINFO SUMUT)

Berita Terkait

Manasik Haji Akbar Bank Sumut Diikuti 1.661 Jemaah, Wagub Surya Tekankan Kesiapan Fisik dan Spiritual
MEDAN Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menghadiri pembukaan Manasik Haji Akbar....
Pemprov Sumut Buka Penjaringan Calon Anggota Komisi Informasi 2026-2030
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) resmi membuka proses penjaringan calon....
Gubernur Bobby Nasution Harapkan Kunker DPR RI Berdampak Positif bagi Pengembangan Bank Sumut
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution berharap Kunjungan Kerja (Kunk....
Desa Bawomataluo Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO
MEDAN Desa Adat Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), diusulkan menjadi ....

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara