Penanganan Pasien Covid-19 Dilakukan dari Medis hingga Psikologis

Administrator
29 April 2020 - Dibaca 1108 kali

MEDAN

Peran para dokter dan tenaga kesehatan dalam menangani pasien Covid-19 merupakan faktor penting untuk mengobati dan menuntaskan pandemi ini. Namun upaya para pejuang di Rumah Sakit (RS) sebagai benteng terakhir tidak sekadar langkah medis, melainkan hingga melakukan pendekatan pikologis terhadap pasien.

“Pasien Covid-19 atau PDP adalah orang yang diberangkatkan dari rumah oleh keluarganya dan mereka (keluarga) tidak boleh masuk ke RS, dan hanya menunggu di rumah. Apakah mereka akan berkumpul kembali atau di penguburan? Ini masalah berat bagi pasien dan keluarga,” ujar Kepala RS Darurat Covid-19 Martha Friska, dr Fransiscus Ginting saat diwawancara Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, melalui sambungan video dari RS, Rabu (29/4).

Kemudian lanjutnya, pasien pun diisolasi dengan kondisi ketakutan serta merasa sendiri. Sehingga yang bersangkutan harus dipacu untuk bisa percaya diri dan yakin bahwa dirinya dirawat, diperhatikan dan dicintai dengan baik, sebagai kunci menanamkan keyakinan sang pasien. “Karena apabila status sosial dan psikis pasien jatuh, maka secara ilmiah sistem imun responnya jelek dan ini akan membahayakan semua. Obat tidak akan bekerja banyak apabila pasien tidak yakin. Sehingga metode yang saya kemukakan di sini adalah langsung berinteraksi dan bercerita dengan pasien,” jelasnya.

Bahkan lanjut dr Fransiscus, dirinya tidak segan mengajak pasien yang dinyatakan dalam pengawasan (PDP) hingga positif Covid-19, untuk bercerita, berolahraga hingga bermain tinju, meskipun sempat muncul komentar bahwa apa yang dilakukannya itu sudah seperti orang gila. “Kadang-kadang kalau saya ajak pasien kita sparing partner, saya dibilang gila. Karena memang harus gila kita melawan virus yang gila ini. Bahkan saya duduk dengan pasien hingga setengah jam,” sebutnya.

Upaya itu kata Fransiscus, dijalankannya untuk mencapai target zero mortality (nihil yang meninggal). Karena itu, semua upaya harus dijalankan maksimal, mulai dari pengobatan utama sampai melakukan pendekatan emosional kepada pasien. “Kalau semua kita jalankan, termasuk menghibur langsung pasien, upayanya maksimal kita berikan. Kalau meninggal juga, itu sudah kehendak Tuhan. Tetapi kalau kita tidak maksimal, akan jadi pertanyaan, apakah karena kelalaian kita?” jelasnya.

Namun dengan peran pemerintah dan pihak terkait lainnya yang ikut membantu penanganan di RS, Fransiscus meyakini upaya tersebut tidak dilakukan sendiri. Karena itu pula, dirinya meyakini bahwa dokter dan tenaga medis di RS khusus Covid-19 akan aman dengan alat pelindung diri (APD) yang benar. Sebagaimana dirinya yang mengaku terus optimis dan merasa gembira bisa melayani pasien.

“Jadi intinya, pemberian obat-obatan itu merupakan hal yang standar. Saya mau lihat di sini pendekatannya harus emosional. Makanya saya juga melayani dengan gembira,” tukasnya.

Untuk itu, dr Fransiscus berharap upaya maksimal mulai dari medis hingga pendekatan emosional bisa diterapkan secara maksimal oleh seluruh RS yang menangani pasien Covid-19, termasuk juga tetap menjaga diri dengan baik saat di RS darurat maupun saat berada di luar.

Sumber : Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu

Berita Terkait

Porwasu 2026 Resmi Dibuka, Ratusan Wartawan se-Sumut Perebutkan Piala Gubernur
MEDAN Pekan Olahraga Wartawan Sumatera Utara (Porwasu) 2026 Piala Gubernur Sumut Bobby Nasution r....
Bobby Nasution Percepat Pemulihan Banjir dan Longsor di Tapteng, Fokus Infrastruktur dan Huntap
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution terus mengoptimalkan pemulihan....
Dampak Program Bobby Nasution di Nias Terasa, Layanan Kesehatan di RS Tafaeri Meningkat
MEDAN Dampak program peningkatan layanan kesehatan yang digagas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) M....
Gubernur Sumut Bobby Nasution Pastikan Sektor Riil Dapat Akses Keuangan
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan sektor riil di Sumu....

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara