Intervensi Pasar, Pemprov Sumut Kendalikan Harga Cabai dan Beras

Administrator
22 Oktober 2025 - Dibaca 344 kali

MEDAN

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus melakukan berbagai langkah intervensi pasar untuk menekan laju inflasi, khususnya pada komoditas pangan utama seperti cabai merah dan beras. Upaya ini dibahas dalam Special Talk Show yang diselenggarakan Radio Kardopa bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut di Studio Kardopa, Jalan Iskandar Muda Medan, Rabu (22/10/2025).

Hadir sebagai narasumber Direktur Utama BUMD Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Sumut Swangro Lumbanbatu dan Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Sumut Erwin Budiana. Keduanya memaparkan strategi intervensi terhadap komoditas pangan, terutama cabai dan beras, yang selama ini menjadi penyumbang inflasi di Sumut.

Swangro Lumbanbatu mengungkapkan, penyumbang inflasi terbesar saat ini adalah kenaikan harga cabai yang telah mencapai Rp90 ribu/kilogram. Kenaikan ini disebabkan oleh menurunnya pasokan di pasaran.

Untuk mengatasi hal ini, jelas Swangro, pihaknya telah mendatangkan cabai dari luar Sumut sebanyak 50 ton. Langkah ini diambil karena stok dari petani lokal sedang terbatas.

“Ini bukan berarti membatasi petani kita, tetapi memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi,” jelas Swangro.

Cabai tersebut akan disalurkan dengan harga intervensi Rp55 ribu/kilogram. Swangro optimistis harga akan berangsur turun ke level normal. Dalam penyalurannya, BUMD akan berkoordinasi dengan Perum Bulog, PD Pasar, serta pihak terkait lainnya.

“Untuk 50 ton ini, kami akan melibatkan pedagang dalam distribusi kepada masyarakat, dan bersama-sama melakukan pengawasan agar harga tetap terkendali,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Sumut Erwin Budiana memastikan ketersediaan beras di Sumut masih aman hingga akhir tahun. Meski harga beras di pasaran masih relatif tinggi, Bulog terus melakukan intervensi dengan menyalurkan Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp11.000 per kilogram.

“Intervensi ini diharapkan menjaga stabilitas harga, terutama menjelang akhir tahun saat permintaan meningkat,” ujar Erwin.

Erwin juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam pengendalian inflasi, termasuk melalui pasar murah berkala. Selain beras dan minyak goreng, Bulog juga berperan dalam pendistribusian cabai hasil kerja sama dengan BUMD.

“Kenaikan harga cabai memang salah satu penyumbang inflasi. Bulog siap membantu distribusi cabai hasil kolaborasi dengan BUMD agar harga tidak melonjak,” tambahnya.

Sepanjang tahun ini, Bulog telah menyerap 36 ribu ton gabah petani lokal untuk menjaga harga di tingkat petani tetap stabil dan tidak merugi. Ke depan, Bulog akan terus melakukan penyerapan selama masa panen berlangsung guna menjamin ketersediaan beras dan komoditas lainnya.

Selain itu, Erwin turut mengajak UMKM dan koperasi berpartisipasi dalam pendistribusian beras serta Minyakita agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.**(H14/DISKOMINFO SUMUT)

Berita Terkait

Pj Sekdaprov Harap Pekan Ramadan Sumut 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Inklusif
MEDAN Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Haraha....
THR Wajib Dibayarkan Maksimal H-7 Lebaran, Disnaker Sumut Buka Posko Pengaduan
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnake....
Gubernur Bobby Nasution Targetkan Sekolah Rakyat Padangsidimpuan Bisa Dipakai Juli 2026
PADANGSIDIMPUAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menargetkan pembangu....
Gubernur Bobby Nasution Serahkan Hibah Rp500 Juta, Tekankan Masjid Harus Sejahterakan Jemaah
PALAS Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menyerahkan hibah sebesar Rp500 juta kepada ....

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara