Penutupan Rakerwil PW Al-Washliyah Sumut 2022, Gubernur Edy Rahmayadi Apresiasi Semangat Musyawarah di Al-Washliyah

29 Mei 2022 23:10:39 WIB
Penutupan Rakerwil PW Al-Washliyah Sumut 2022, Gubernur Edy Rahmayadi Apresiasi Semangat Musyawarah di Al-Washliyah

MEDAN

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengapresiasi semangat bermusyawarah Pengurus Wilayah (PW) Al-Jamiyatul Washliyah saat acara Penutupan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Al-Washliyah pertama tahun 2022. Menurutnya, tugas mengurusi organisasi besar ini tidak mudah, terutama menyiapkan regenerasi.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi sesaat sebelum menutup secara resmi Rakerwil Al-Washliyah Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Minggu (29/5). Hadir di antaranya Ketua PW Al-Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara dan jajaran pengurus wilayah, penceramah Ustaz Abdul Latif Khan, pengurus daerah, organisasi bagian serta sejumlah pejabat.

“Saya senang sekali melihat anak muda seperti ini, Dedi Iskandar Batubara. Kita harapkan memegang organisasi yang begitu besar. Saya setuju bahwa musyawarah itu adalah senjata dan kekuatan. Termasuk saya yang berkeinginan dapat mengubah keadaan lebih baik lagi,” sebut Gubernur.

Karena itu, selain sebagai Gubernur, Edy Rahmayadi juga merupakan penasihat yang menginginkan organisasi Al-Washliyah lebih baik dan besar dari sebelumnya. Untuk itu, perlu disiapkan para kader yang akan memimpin organisasi besar. Apalagi di dalamnya, banyak para ulama yang hebat dan diyakini mampu membawa kebaikan bagi umat.

“Musyawarah lah anda, yakinkan bisa dan pastikan bisa. Saya ini bicara, juga sebagai Edy Rahmayadi. Karena itu, Pak Dedi Iskandar Batubara, tugas anda besar, tak gampang memimpin Al-Washliyah. Tetapi dengan ilmu anda, saya yakin pasti bisa,” pungkas Gubernur.

Sementara dalam sambutannya, Ketua PW Al-Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang berkenan memberikan fasilitas sekaligus mengundang Halalbihalal Idulfitri 1443 H di kediaman dinas.

“Kita datang bukan sekadar bertamu ke Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara. Kita datang ke rumah Penasihat Al-Washliyah. Jadi mohon maaf, karena yang hadir adalah para kader, warga dan pengurus serta guru/dosen, para pimpinan daerah (kabupaten/kota), pimpinan organisasi bagian. Jadi ini bukan hanya Rakerwil, tetapi sekaligus Halalbihalal,” sebut Dedi.

Dedi menegaskan bahwa Rakerwil merupakan sarana bermusyawarah, dimana Rasulullah SAW termasuk yang senang melakukan musyawarah. Karenanya tradisi bertemu orang-orang untuk membicarakan satu masalah adalah pekerjaan Sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW, sehingga Al-Washliyah melaksanakan ajaran itu.

“Raker ini adalah cara kita untuk berkumpul bersama, mengumpulkan pikiran-pikiran kita, menyesuaikan arah perjuangan kita, agar target kita membesarkan Washliyah, melanjutkan estafet perjuangan para ulama, tidak berhenti di kita, tetapi mampu meneruskannya sampai ke generasi berikutnya,” katanya.

Namun dirinya memahami, bahwa tidak semua rumusan dan rekomendasi hasil musyawarah dapat menyenangkan semua pihak. Untuk itu, pihaknya tetap kepada kewajiban menjalankan panca amal Al-Washliyah, dengan tegas terhadap kemungkaran, dan mengikuti setiap yang ma’ruf (baik).

“Ini prinsip kita bermusyawarah. Ada masalah, kita duduk bersama. Hingga hari ini, di usia menjelang satu abad ini, sudah waktunya keberadaan Al-Jamiatul Washliyah benar-benar menjadi organisasi terbesar di rumahnya sendiri, di Provinsi Sumatera Utara ini,” jelasnya.

Dedi yang juga Anggota DPD RI menggarisbawahi hal penting tentang kepemimpinan. Bahwa untuk sebuah kebaikan, siapapun yang memberi saran dan pendapat kepada Al-Washliyah, sekalipun tidak punya jabatan di kepengurusan, jika sarannya baik, nasihatnya bisa diterima, maka wajib diikuti.

“Darimanapun, jangan alergi, jangan mentang-mentang sudah menjadi ketua wilayah, ketua daerah, ketua majelis pendidikan, kemudian kita tak mau lagi menerima nasihat orang lain, jangan sekali-kali. Inilah kenapa Rasulullah SAW, membangun semua kebijakannya lewat musyawarah. Dan itu yang sering kita lakukan. Kita ingin kehadiran Al-Washliyah ini bukan hanya dimiliki oleh orang per orang saja, tetapi seluruh warga Al Jamiatul Washliyah,” jelasnya.

Mendengarkan pendapat dan saran orang lain, Dedi pun memohon seluruh pihak terkait dapat memberikan masukan serta nasihat kebaikan untuk kepentingan Al-Washliyah, kepentingan umat. “Agar organisasi yang kita pimpin ini benar-benar seusuai dengan treknya. Kalau saya keliru, segera luruskan. Kalau saya salah, segera ajarkan. Terima kasih Pak Gubernur,” tutupnya.** (H13/DISKOMINFO SUMUT)

Berita Terkait

Indeks Berita

Polling

Apakah Dinas Komunikasi dan Informatika telah cukup memberikan informasi kepada publik
 Lumayan
 Kurang
 Sangat Bagus

Video

LIVE STREAM - PENYERAHAN DOKUMEN DIPA DAN TKDD TAHUN ANGGARAN 2023

Tag

Statistik

Hari Ini : 237
Kemarin : 472
Minggu ini : 2,845
Bulan ini : 204,925
Total : 9,179,057
Hits Count : 1,875
Now Online : 7 User