Presiden RI: Pers Nasional Harus Dilindungi dan Diproteksi

08 Februari 2020 15:06:16 WIB
Presiden RI: Pers Nasional Harus Dilindungi dan Diproteksi

BANJARMASIN

Presiden RI Joko Widodo menegaskan pemerintah akan menyiapkan draft regulasi yang diharapkan dapat melindungi dan memproteksi keberadaan pers nasional. Hal tersebut dikaitkannya dengan tidak adanya peraturan yang diterapkan kepada platform digital yang ikut mengancam dunia pers tanah air.

Aturan regulasi platform digital belum ada dan sangat mengancam dunia pers kita. Saya mita untuk Segera disiapkan drat refgulasi yang bisa melindungi dan memproteksi pers kita. Jangan semuanya dambil platform dari luar. Pajak juga gak bayar, aturan main tidak ada, ujar Joko Widodo pada acara pembukaan Hari Pers Nasional 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (08/02/2020).

Presiden mengatakan bahwa masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang mendapatkan informsai yang sehat dan baik. Sementara itu, untuk menghasilkan Informasi yang baik memerlukan jurnalisme yang baik dan ekosistem yang baik. Oleh sebab itu, pers harus dilindung dan diporotekksi sehingga masyarakat mendapat konten berita yang baik, tegas Joko Widodo.

Sementara itu, Ketua PWI Pusat Atal S Depari mengatakan media sosial telah membawa gelombang epidemi hoax yang berkembang mulai dari global sampai lokal. Menurutnya perlu dukungan nyata hadirnya negara untuk mewujudkan regulasi sehingga menjamin bisnis media yang seimbang, dan mampu memberantas epdidemi hoax. Perlu adanya aturan perpajakan terkait fungsi media, kami meminta pemerintah dan DPR dapat melindungi keberlanjutan media massa nasional, ujarnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Dewan Pers M Nuh juga megakui bahwa saat ini pers sedang menghadapi persoalan. Diantaraya tentang ketidak pastian masa depan pers. Jika kita tidak bisa menyambungkan kondidi masa lalu, masa kini dan masa depan maka pers bisa ditinggalkan. Bagaimana menyiapkan konsep media sustainablity di era digital, ungkap M Nuh.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Kominfo Johnny G Plate, tuan rumah Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor, para Dubes Negara Sahabat, mewakili Gubernur Sumut, Plt Kadis Kominfo H.M. Ayub.

Peringatan HPN berlangsung 6-9 Februari di Banjarmasin Kalsel. Usai pembukaan HPN oleh Presiden RI, digelar konvensi Nasioal Media Masa dengan Tema Daya Hidup media Massa di era Disrupsi, Tata Kelola Seperti Apa yang dibutuhkan?".

Berita Terkait

Indeks Berita

Polling

Apakah Dinas Komunikasi dan Informatika telah cukup memberikan informasi kepada publik
 Lumayan
 Kurang
 Sangat Bagus

Video

Fasilitas Cuci Tangan dari USAID untuk Masyarakat Medan

Tag

Statistik

Hari Ini : 208
Kemarin : 500
Minggu ini : 1,687
Bulan ini : 91,575
Total : 5,108,352
Hits Count : 1,218
Now Online : 8 User