Rekor Muri Bulang Sulappei Membuat Pembukaan Festival Danau Toba 2019 Meriah

10 Desember 2019 07:41:39 WIB
Rekor Muri Bulang Sulappei Membuat Pembukaan Festival Danau Toba 2019 Meriah

Parapat

Kabupaten Simalungun Pembukaan Festival Danau Toba (FDT) 2019 berlangsung meriah. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edi Rahmayadi resmi membuka FDT 2019 yang ke-7. Pembukaan Festival Danau Toba ditandai dengan pemukulan gondang oleh Gubsu didampingi Bupati Simalungun JR Saragih dan Walikota Siantar, serta Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) di Open Stage Pagoda Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Senin (9/12).

Festival Danau Toba telah menjadi even tahunan dengan mengusung tema 'Inspairing Toba'. Dimana, dengan tema ini mampu memperkenalkan Danau Toba ke seluruh Indonesia bahkan ke dunia Internasional.

Selanjutnya, Gubsu mengatakan melalui Festival Danau Toba ini mari kita saling menjaga keindahan danau toba, sehingga Presiden tidak salah menjadikan danau toba sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas yang akan dikembangkan. Danau Toba tidak kalah dengan Bali, hanya saja kita perlu belajar dengan orang Bali. Karena itu, Pemerintah Sumatera Utara baik provinsi maupun kabupaten/kota, bahu membahu memajukan destinasi Danau Toba," imbaunya.

"Saya selaku Gubernur Sumatera utara mengharapkan jangan sekali-kali kita sembunyi dibalik nama besar Danau Toba, mari kita besarkan Danau Toba ini sesuai nama besarnya Danau Toba yang merupakan anugrah dari Tuhan” tambah Edy Rahmayadi.

Sebelumnya, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara dr. Ria N Telaumbanua selaku Ketua Panitia FDT mengatakan Festival Danau Toba akan berlangsung selama empat hari berturut-turut yakni mulai 9-12 Desember di Open Stage Parapat dan Convention Hall Mess Pora-Pora Parapat.
Event ini disambut sangat antusias oleh masyarakat. Terlebih saat seni melipat Bulang Sulappei oleh generasi millenial. Seni melipat Bulang Sulappei ini memecahkan Rekor Muri. Saat ini Bulang Sulappei sudah sangat jarang digunakan masyarakat setempat, bahkan hampir punah.

Bulang Sulappei adalah lambang bagi perempuan yang telah menikah, ulos yang dikenakan kaum perempuan di bagian kepala dan dipergunakan sehari-harinya saat beraktifitasnya. Bulang Sulappei juga merupakan penutup kepala perempuan Suku Simalungun yang kerap dipakai pada pesta adat
Jadi ‘Bulang Sulappei’ adalah suatu kebesaran dan menjadi kebanggaan tersendiri. Namun pada Zaman Millenial sekarang, pemakaian bulang secara khusus bagi wanita Simalungun semakin terkikis. “Nah melalui FDT ini, ‘Bulang Sulappei’ akan semakin terkenal, ujar Ria.

erry R. Sinaga menambahkan Danau Toba adalah salah satu dari empat destinasi wisata super prioritas Indonesia selain Mandalika, Labuhan Bajo, dan Borobudur. Dengan kata lain, Danau Toba bukan hanya milik Sumatera Utara, tapi sudah menjadi milik Indonesia. Harapannya, turis mancanegara semakin meningkat mengunjungi Danau Toba.

Selain melakukan promosi dan pembenahan di segala bidang, ia berharap pengembangan Danau Toba tetap memperhatikan lingkungan agar bisa berkelanjutan. "Jaga kelestarian Danau Toba dengan memperhatikan kebersihan lingkungan" ungkap dalam aspirasi publik.

Tahun 2020 bulan September di Jeju Korea Selatan, Indonesia khususnya Sumatera Utara menerima sertifikat UNESCO Global Geopark. Danau Toba akan menjadi destinasi pariwisata bertaraf internasional berbasis Geopark.

Berita Terkait

Indeks Berita

Polling

Apakah Dinas Komunikasi dan Informatika telah cukup memberikan informasi kepada publik
 Lumayan
 Kurang
 Sangat Bagus

Video

SENSUS PENDUDUK 2020 PROVINSI SUMATERA UTARA

Tag

Statistik

Hari Ini : 239
Kemarin : 357
Minggu ini : 932
Bulan ini : 12,344
Total : 4,521,481
Hits Count : 2,794
Now Online : 4 User