TUALANG dan RASO BAWA SUMUT RAIH PRESTASI NASIONAL

27 Oktober 2019 15:29:45 WIB
TUALANG dan RASO BAWA SUMUT RAIH PRESTASI NASIONAL

BANGKA BELITUNG


Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi (SAIK) Publik Tahun 2019 di Kepulaun Bangka Belitung resmi berakhir jumat malam, (25/10). Acara yang digelar selama tiga hari sejak Rabu 23 Oktober tersebut terpusat di Novotel Pangkal Pinang dengan agenda acara Malam Anugerah Media Humas (AMH) dan pengumuman Festival Pertunjukan Rakyat Tingkat Nasional.

Provinsi Sumatera Utara melalui Group Metra Pertunra D’ Bandar Company sanggar seni asal Kota Tanjung Balai binaan Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Utara meraih juara 3 tingkat Nasional di Festival Pertunjukan Rakyat dievent bergengsi Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Kota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari tanggal 23 s/d 25 Oktober 2019.

Tujuan SAIK 2019 adalah untuk mewujudkan tata informasi nasional, meningkatan integritas dan koordinasi Kementerian Kominfo dengan Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota, mendorong pembangunan komunikasi dan informasi yang dilaksanakan secara bergiliran di daerah serta melaksanakan evaluasi tentang pengembangan dan pembangunan komunikasi dan informatika.

Secara umum pada even ini bukan hanya media tradisional maupun pertunjukan rakyat yang menunjukkan eksistensinya melainkan difokuskan dalam sinergitas peran kehumasan yang antara lain mengharapkan kehumasan dapat meningkatkan kinerja dengan memasifkan diseminasi informasi pemerintah kepada masyarakat. Pemerintah menginginkan Bakohumas memiliki sensitivitas atas berbagai perkembangan dunia komunikasi saat ini.

Dalam sambutannya Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Dirjen IKP) Kemenkominfo Widodo Muktiyo menyampaikan Apresiasi kepada seluruh peserta SAIK dan berharap seluruh Kominfo dan Humas yang ada di Provinsi maupun Kab/Kota senantiasa memberikan informasi kepada masyarakat.

“ Terima kasih kepada seluruh peserta dan semoga melalui kegiatan SAIK ini semakin memperkuat diri kita bahwa Kominfo dan Humas merupakan garda terdepan yang sangat diperlukan dalam suatu kelembagaan apalagi pemerintahan” ujarnya.

Selanjutnya Dirjen IKP menambahkan Perlunya inovasi sosial yakni cara baru yang efektif dan efisien dan berkelanjutan dalam komunikasi dan informasi, Sehingga dunia komunikasi menjadi antisipasif”. Untuk itu "Komunitas dan informasi tidak bisa dilepaskan. Kolaborasi komunikasi untuk memperkuat kedaulatan bangsa”. Komunikasi teknologi harus punya bermanfaat bagi bangsa dan generasi muda untuk menjadi orang yang cerdas.

Group D’bandar Company membawa cerita rakyat tentang Tualang dan Raso yang ditulis oleh Bobbby Mahzai Marpaung. Berikut Sinopsis Tualang dan Raso yang dibawakan pada Festival Pertunjukan Rakyat Tingkat Nasional Tahun 2019. “ Tualang memutuskan untuk berpetualang. Keputusannya itu mernandai dimulainya perjuangan yang sesungguhnya, yaitu perjuangan untuk mempertahankan kesatuan dan keutuhan negeri.

Sebagai pewaris tahta Kerajaan Sei Silo, ia harus mengenal lebih dekat, terlebih teritorial kerajaannya. Selain itu, menjaga luasnya negeri agar tetap aman, damai dan sejahtera adalah kewajiban mutlak. Sebagaimana pernah diperjuangkan oleh Ayahandanya, semasih hidup serta semasa berkuasa di kerajaan tersebut.


Setelah mendapat doa dan restu dari Ibundanya, Tualang pun berangkat ke berbagai arah negeri, bahkan ke kerajaan lain. Di dalam perjalanan petualangannya, Tualang menemukan banyak gejolak sosial yang terjadi akibat ulah penghuni negeri sendiri. Tak terlepas dari apa yang dilakukan Hulubalang. Orang kepercayaan Raja Teluk Nibung itu, melakukan tindakan tidak terpuji. Secara paksa ia ingin mendapatkan cinta Putri Raso, anak sematawayang Raja Teluk Nibung, malah sampai-sampai menculiknya.

Melihat kejadian itu, Tualang cepat mengambil tindakan pencegahan. Pertarungannya dengan “sang pengacau” itu pun tak terhindarkan, yang akhirnya dimenangkan Tualang.
Tualang dan Raso pun berkenalan. Kemudian dan seterusnya, terjalinlah saling simpati di antara mereka.
Akibat laporan provokatif Hulubalang, Raja Teluk Nibung marah besar dan memutuskan tali simpati kedua sejoli itu. Dengan perasaan teramat kecewa dan sedih, Putri Raso pun memutuskan melarikan diri dan berujung hilang entah kemana.

Tualang menjadi prihatin dan ikut bersedih. Dalam kegalauannya ia bersinandong lirih. “Perjuangan mempertahankan sesuatu ternyata memang jauh lebih sulit ketimbang perjuangan saat merebut sesuatu itu” pikirnya.


Disela Raja Teluk Nibung dan Hulubalang meratapi penyesalannya, tampak Tualang dan Raso telah bersatu kembali. Raja Teluk Nibung pun tak mampu berbuat apa. Berangsur ia menyadari, bahwa keegoannya hanya mendatangkan perpecahan.

Lain halnya dengan Hulubalang. Si “penghasut” ini telah menghukum dirinya sendiri. Bahkan ia dipecat Baginda Raja dari jabatannya.
Sebelum kehilangan kesempatan, Raja Teluk Nibung berinisiasi mempersatukan tidak saja Tualang dan Raso, tapi juga Kerajaan Teluk Nibung dan Kerajaan Sei Silo.

Lakon Tualang diperankan Ahmad Shodri, Raso diperankan Putri Nurul Hakiki Marpaung, Ibundan Ratu diperankan Dian Puspa Syahril, Raja Teluk Nibung di Perankan Muhammad Iqbal Zein, Hulubalang diperankan Aidil, Penari/dayang diperankan Nurul Hikmah dan Fadilla Aini, Pemusik Bangsai diperankan Zulian Saragih, pemusik gondang diperankan, Muhammad Irwan, pemusik Akordion diperankan Ismail.


Kegiatan SAIK 2019 diikuti ±6000 orang dari komunitas dan instansi, diantaranya unsur dinas/instansi, humas Pemprov, humas Kabupaten/Kota, BUMN Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), para seniman, Kelompok Metra Pertunra . (IP)

Berita Terkait

Indeks Berita

Polling

Apakah Dinas Komunikasi dan Informatika telah cukup memberikan informasi kepada publik
 Lumayan
 Kurang
 Sangat Bagus

Video

SENSUS PENDUDUK 2020 PROVINSI SUMATERA UTARA

Tag

Statistik

Hari Ini : 235
Kemarin : 357
Minggu ini : 928
Bulan ini : 12,340
Total : 4,521,428
Hits Count : 2,741
Now Online : 3 User