Penolakan Jenazah Korban Covid-19 Cederai Rasa Kemanusiaan

15 April 2020 22:51:23 WIB
Penolakan Jenazah Korban Covid-19 Cederai Rasa Kemanusiaan

MEDAN

Adanya segelintir masyarakat yang menolak pemakaman jenazah korban Coronavirus Disease (Covid-19) menciderai rasa kemanusiaan. Tidak ada alasan penolakan karena pemulasaran jenazah Covid-19 dilaksanakan sesuai protokol kesehatan sehingga tidak lagi menularkan.

Hal tersebut terungkap dalam live Dialog Publik dengan tema Stop Stigma Pasien dan Penolakan Jenazah Korban Covid-19 di studio TVRI Sumut, Rabu (15/04) yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfo Provinsi Sumut. Hadir sebagai narasumber Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara Dr. H. Ardiansyah, MA dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dr. Alwi Mujahit Hasibuan, M.Kes.

Alwi mengatakan mengatakan penolakan yang dilakukan segelintir orang itu sungguh mencederai rasa kemanusiaan. Karena sesungguhnya tidak ada alasan warga untuk menolak jenazah karena proses penanganannya sesuai prosedur pemulasaran jenazah Covid-19.

Jenazah korban Covid-19 ditangani secara khusus sesuai protokol yang ditetapkan, dan dilakukan oleh petugas khusus yang dilengkapi Alat Pelindung Diri sesuai standar. Jadi, jenazah yang proses pemulasarannya sudah mengikuti SOP tidak akan menularkan ke manusia lagi, jelas Alwi.

Sekretaris MUI Sumut Ardiansyah dalam kesempatan itu mengimbau masyarakat untuk tidak menolak jenazah korban Covid-19 karena jenazah Covid-19 yang karena proses pemakamannya sudah sesuai dengan protokol medis dan syariat agama.

Pemakaman jenazah sudah sesuai protokol medis dan agama. Jadi tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menolak. Kita juga harus menyadari bahwa mereka pun gugur dalam berjuang melawan Covid-19, tegas Ardiansyah.

Dikatakan Ardiansyah, jika kita merujuk prinsip setiap agama tentu setiap umat akan memilih jenazah kerabat atau keluarganya dikebumikan dengan tata cara agama masing-masing. Namun saat ini dalam kondisi epidemi tentu harus disesuaikan penanganan sesuai rujukan sahih dalam urusan ini adalah para ahli, dokter dan tenaga medis.

Dalam kesempatan itu, para narasumber menjawab pertanyaan dari warga yang berdomisili di beberapa kabupaten/kota. Kepala Dinas Kesehatan Alwi kembali mengingatkan masyarakat untuk bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Anjuran yang telah dibuat oleh Pemerintah dan WHO saat ini menurutnya tetap harus dipatuhi, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, berada dirumah, physical distancing, hindari menyentuh area wajah, berolahraga, istirahat cukup, makan-makanan yang bergizi seimbang dan perbanyak minum air putih.(IP)

Berita Terkait

Indeks Berita

Polling

Apakah Dinas Komunikasi dan Informatika telah cukup memberikan informasi kepada publik
 Lumayan
 Kurang
 Sangat Bagus

Video

Fasilitas Cuci Tangan dari USAID untuk Masyarakat Medan

Tag

Statistik

Hari Ini : 100
Kemarin : 500
Minggu ini : 1,579
Bulan ini : 91,467
Total : 5,108,112
Hits Count : 978
Now Online : 6 User